Telat Mengejar Sunrise di Sanur? It’s okay, It’s fun!

Acara jalan-jalan ke Bali kali ini diawali oleh keteledoran saya. Rasanya stupid banget waktu saya sadar kalau saya enggak membawa KTP padahal udah di terminal tawang alun dan gara-gara keteledoran saya itu acara traveling ini akhirnya diundur sehari. *merasa bersalah ke Emyl huhu* Fyi nih, kalo mau ke Bali tuh membawa KTP itu hukumnya MUTLAK, WAJIB, FARDHUA’IN. Enggak bisa diganti sama kartu yang lain. Mau diganti SIM, STNK, kartu keluarga, atau kartu nikah *eh?* nggak ngaruh! Pak petugasnya cuman mau KTP dan kalian nggak akan diijinkan masuk ke wilayah Bali kalo kalian enggak membawa KTP. Dan.. siap siap aja dideportasi. Beneran! Jadi jangan kayak saya yaa. Inget, KTP itu harus jadi nomor urutan pertama di checklist itinerary kalian. 😉

Jumat Malam 8 Agustus – Sabtu pagi 9 Agustus 2014

Kita,  berangkat  naik bus Gunung Hartha tujuan Jember-Denpasar. Beruntung bus yang kita tumpangi ber AC dan lumayan bagus dan ongkosnya Rp 75.000. Kita berangkat jam sembilan malam agar sampai di Bali sebelum subuh biar bisa lihat sunrise. Tapi namanya juga rencana, kebanyakan nggak sesuai harapan hihi. Kita telat ngejar sunrise. Kita sampai di terminal Ubung jam 6 pagi  dan lalu mencari angkot yang langsung menuju ke Sanur. Untungnya sebelum mencari angkot kita tanya-tanya dulu ke orang lokal tarif rata-rata angkot biar enggak ketipu sama harga yang ditawarkan.

Akhirnya kita sampailah di Sanur, di pantai satu Jalan Matahari Terbit. Meskipun kita terlambat, udah jam setengah tujuh, mataharinya udah mulai tinggi, tapi tetep aja pemandangannya emejing. Kombinasi suara ombak yang syahdu, angin sepoi sepoi, dan sinar mentari yang hangat *pret* menyambut rasa lelah sembilan jam perjalanan kami. Pantai oh pantaaai~

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

sunrise di Sanur *tapi telat hhe

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

ini perahu.

Setelah puas istirahat sejenak dan jeprat jepret foto kita melanjutkan perjalanan kita. Kemana? Di Sanur laah, masih Sanur kok :p Soalnya kita janjian sama mas Mirsa minta dijemput siang so kita puasin puasin aja dulu menyusuri jalan setapak dari Jalan Matahari terbit sampai ke Jalan Sindu.  Oh ya, lupa pas lewat di jalan apa, secara kebetulan kita melihat upacara adat Bali. Warga-warga pake baju adat bali yang serba putih sambil menyungging buah-buahan dan sesaji yang kemudian mereka buang ke laut. Sebagian ada yang naik kapal dan baru membuang sesaji di tengah laut. Saya kurang tahu itu upacara apa, nggak tanya hhe.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

masyarakat Bali siap-siap upacara

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Lanjut jelang-jelong menyusuri jalan setapak. Disini banyak cafe unyu-unyu, resort dan hotel yang wow, and of course, banyak bule! Sambil jalan sambil cuci mata sambil bernarsis ria hehehe.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

“hold my hand, dear.”  kemudian yg moto mupeng :’

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

sanuuur

CIMG5196

soo in love with this coastal decoration. :3

CIMG5207

duh cuma lihat, duh cuma bisa moto, duh gak bisa duduk. dibawa pulang boleh gak?

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

mau dong diamond, gak segede ini gapapa asal asli :p

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

homestay

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

ini bunga.

CIMG5138

ouhm

CIMG5101

loncat. etss jangan di zoom!

D2

saya nginepnya di hotel ini lo :* tapi mbujuk haha.

Yattaa! Kita sudah puas main main di Sanur dan kemudian kita cari tempat adem buat ketemuan sama mas Mirsa terus diajak muter muter. Tapi ceritanya sampe sini aja dulu, disambung besok. Thanks for reading guys. Bye!

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s