Kasih Sayang Ibu Sepanjang Jalan, Masih Ragu kah?

Open Pandora

Aku mendengar kabar kalau Bibi Margaret masuk rumah sakit Jumat yang lalu. Beberapa hari sebelumnya memang bibi menelepon kalau ia tidak bisa memenuhi janjinya untuk berkunjung ke rumah karena merasa tidak enak badan. Keesokan harinya aku mendengar kabar lagi bahwa Mario, anak bibi Margaret, juga masuk rumah sakit karena patah tulang pada betis dan pergelangan kakinya. Teman Mario secara tidak sengaja menendang kaki Mario saat turnamen futsal di sekolahnya. Mungkin saat ditendang, posisi kaki saudara sepupuku itu sedang tidak pas posisinya atau mungkin lawan main Mario itu benar-benar kuat mengingat tubuh Mario yang tinggi dan besar, bukan gemuk.

Aku tahu, kondisi fisik bibi Margaret belum pulih benar. Ia baru sehari opname di rumah sakit, tetapi ia harus merawat anak sulungnya di rumah sakit. Aku masih memandangi bibi Margaret. Sekarang ia memakaikan Mario kaos setelah beberapa menit yang lalu ia memapah Mario ke kamar mandi. Tak sedikitpun kulihat ekspresi sedih atau…

View original post 432 more words

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s