Cerita dari Kampung Nelayan Bangsring

Rumah Apung Bangsring, Banyuwangi

Rumah Apung Bangsring, Banyuwangi

Ada kesan yang berbeda ketika saya memasuki kawasan kampung nelayan di desa Bangsring, Banyuwangi. Ramah, sederhana dan hebat! Itulah yang saya rasakan. Dari awal kedatangan sampai mau pulang, saya merasa dijamu dengan baik oleh para nelayan desa Bangsring. Diawali dengan pembelian tiket, pemberian instruksi oleh guide lokal, sampai dengan obrolan ringan dengan bapak Sukir ketika mengantri kamar mandi.

Beliau bercerita bahwa pada awal mulanya lokasi ini bukanlah tempat wisata, melainkan tempat untuk konservasi terumbu karang yang telah rusak. Dipelopori oleh Pak Ikhwan, Pak Sukir dan beberapa nelayan lainnya, mereka melakukan penanaman kembali terumbu karang yang telah rusak. Yang perlu diacungi jempol, mereka melakukan kegiatan ini secara swadaya, bukan dari pemerintah. Mereka mengumpulkan modal awal dari sumbangan sukarela dari para nelayan dengan kisaran Rp 15000 per orang. Dari modal awal itu, konservasi terumbu karang mereka tekuni dan hasilnya bisa dilihat sendiri. Tempat ini indah bukan main. Cantik! Ribuan ikan mengerumpul di sekitar Rumah Apung Bangsring dan gugusan terumbu karang yang berwarna warni dengan berbagai ikan dengan beragam bentuk dan warnanya berenang kesana kemari. Luar biasa cantik!

Terumbu Karang

Terumbu Karang di Bangsring

a thousand of fish, ribuan ikan

Ribuan ikan di pinggiran Rumah Apung Bangsring

Ikan Gembung Lucu!

Pak Sukir mbawa ikan lucu! ikan apa ini ya? ikan gembung? hihi kayak Nyonya Puff 😀

Ikan hiu di Rumah Apung Bangsring

Berenang bersama ikan hiu 😀 widiih seru abis

Dan ternyata para nelayan disini merupakan nelayan ikan hias, bukan nelayan ikan konsumsi. Awalnya hanya sedikit nelayan yang tertarik dengan konservasi terumbu karang ini. Yang lainnya lebih memilih untuk melaut mencari ikan hias. Namun  lambat laun hasil tangkapan mereka berkurang dan terus berkurang. Semakin sulit untuk mencari ikan hias yang bagus yang layak untuk dijual. Hal ini disebabkan  karena ekosistem laut yang mulai rusak. Akibat ulah manusia, beberapa terumbu karang mulai rusak, padahal terumbu karang merupakan rumah bagi ikan-ikan dan tempat mereka untuk berkembang biak. Saat itu para nelayan mulai sadar bahwa menjaga ekosistem laut sangat lah penting. Mereka tidak lagi menangkap ikan dengan cara yang salah. Justru, kini mereka memperbaiki ekosistem laut di perairan wilayah Bangsring.

Biasanya para nelayan Bangsring melaut untuk mencari ikan hias. Namun dengan banyaknya pengunjung yang datang, kerap kali mereka merangkap menjadi guide lokal di siang hari. Bagi kalian yang hendak melancong kesana saya sarankan untuk menyewa guide. Menyewa guide itu penting apalagi untuk para pemula. Karena dengan menyewa guide kita akan diberi tahu spot-spot yang bagus dan juga mereka memberikan tips-tips dan saran yang bermanfaat. Ditambah lagi, mereka dengan sukarela menawarkan bantuan jadi juru foto saat kita ber snorkeling ria. Bonus banget kan, apalagi buat kita-kita yang suka banget difoto. Hehehe.

Bintang Laut, Star fish

Diambilin bintang laut sama Pak Sukir hihi, lucu! 🙂 tapi habis lihat dikembalikan lagi ke habitatnya

Sekarang kampung nelayan ini dijadikan desa percontohan bagi kampung-kampung nelayan lainnya. Para nelayan disini pun masih aktif membagi wawasan dan ilmunya ke kampung-kampung nelayan lainnya. Terakhir mereka berbagi ilmu di sebuah kampung di pulau Bawean. Dan lagi-lagi, kegiatan mereka ini juga swadaya. Dengan melihat alam bahari yang indah ini, dengan melihat cara para nelayan merawat terumbu karang, secara tidak langsung mereka memberikan semangat, inspirasi dan wawasan baru untuk saya. Mereka juga mengajarkan kepada kami untuk menjaga, merawat alam bahari, dan juga mencintai alam Indonesia.

Sebuah langkah yang patut dicontoh dari kampung nelayan desa Bangsring. Kalian, hebat!

“Ketika kita memiliki niat yang baik, hal-hal yang baik akan datang  mengikuti.

Kerja keraslah, hasil tidak akan mengkhianati.”

Advertisements

9 thoughts on “Cerita dari Kampung Nelayan Bangsring

  1. Suka dengan kata-kata penutupnya! Dan memang, ketika kesadaran untuk menjaga itu tumbuh secara sendirinya, maka dapat dipastikan keberlangsungannya akan bertahan dalam waktu yang cukup lama. Salut dengan nelayan Desa Bangsring dan kesadaran mereka menjaga ekosistem laut, semoga bisa dicontoh oleh desa-desa pesisir lain di negeri ini.

    Terumbu karangnya keren! Lega sekali melihat banyak ikan cantik berenang-renang di sana. Semoga terumbu karang itu bisa tetap lestari :amin.

    Like

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s