Tentang Mencari Rezeki

​Lagi-lagi aku dibuat kagum olehnya, ia yang tak lain ibuku. Malam ini kami berbincang-bincang tentang apapun, dari hulu ke hilir, dari a sampai z, dari perbincangan ringan yang kurang penting bila kubahas disini hingga perbincangan yang bagiku benar-benar bermanfaat. Salah satunya membahas soal rezeki. Sebuah ungkapan muncul dari mulut ibuku. Sederhana namun benar.

“Ada dua hal yang harus dimiliki oleh manusia ketika mencari rezeki, yaitu iman dan ilmu.”

Mengapa iman?

Iman kita butuhkan sebagai sandaran dalam kondisi apa pun, baik itu senang maupun sedih, berkecukupan maupun pas pasan. Dengan iman, kita tidak mudah untuk berputus asa ketika usaha yang kita rintis kurang menghasilkan, karena kita percaya Allah telah merencanakan jalan yang terbaik untuk kita untuk memperoleh rezeki. Tak perlu resah, karena rezeki telah Allah atur sedemikian rupa dengan jalan yang tak disangka.

Bagai seekor cicak dan nyamuk, begitu ibuku mengumpamakannya. Cicak hidup di dinding-dinding rumah. Ia hanya bisa merayap, tak bisa berjalan, tak berlari, apalagi terbang. Namun makanan cicak adalah nyamuk, yang kita tahu ia dapat terbang kesana kemari dengan gesit. Bagaimana bisa cicak yang hanya bisa merayap memakan nyamuk yang bisa terbang? Dan bayangkan saja, bagaimana sabarnya cicak menunggu nyamuk-nyamuk lewat mendekati. Itupun bila ada nyamuk. Bagaimana bila tidak ada nyamuk yang lewat dan akhirnya cicak-cicak kelaparan? Memang sepertinya susah sekali, namun bukan berarti tidak mungkin. Allah telah mengatur rezeki tiap-tiap mahlukNya termasuk hewan cicak sekalipun. Apalagi manusia. Percayalah bahwa rezeki itu sudah Allah atur, sehingga bila usaha yang kita jalani kurang sesuai dengan harapan, tetaplah bersandar kepada Allah karena hanya kepada Ia kita mengadu, bersandar dan memohon pertolongan.

Mengapa ilmu?

Ilmu dibutuhkan karena dengan ilmu kita dimudahkan dalam mencari rezeki. Hasil yang didapat akan oleh mereka yang berilmu tentunya lebih memuaskan dibandingkan dengan mereka yang sedikit ilmunya. Dengan ilmu kita memperluas wawasan kita, bisa itu bagaimana cara mengelola, cara memproduksi, ataupun cara memasarkan. Pandangan kita terhadap sesuatu juga akan lebih luas sehingga nantinya dapat mempermudah usaha kita.

وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ  ۚ  وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُ  ۥۤ  ۚ  إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمۡرِهِۦ  ۚ  قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىۡءٍ قَدۡرًا 
“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”
(Qs At – Talaq Ayat 2)

May 26, 2015

*

Sebenarnya tulisan ini saya copas dari blog saya yang lain yang sifatnya lebih pribadi. Tapi, sepertinya mulai sekarang saya pindahkan saja tulisan-tulisan saya yang di blog itu ke blog ini. Biar gak bingung kalo pengen baca-baca postingan sendiri melipirnya ke blog yang mana. 😁 Agak narsis ya baca tulisan sendiri, tapi gak papa lah. Kadang biar jadi bahan renungan ato time traveling lewat curcolan sendiri. 

Auk ah. See you.

Advertisements

What do you think?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s