A Visitor

​Meeting someone in life is something that’s actually astonishing.

That’s because he brings himself with his past, present, and his future.

That’s because someone’s whole life comes along.

The heart is fragile.

Therefore, it might have been broken.

That heart is coming too.


– Because this is My First Life

(So sorry, I forget the name of the author.)

Advertisements

Be Still

Be still

and go on to bed 

Nobody knows what lies ahead

Life is short

to say the least

We’re in the belly of the beast

Be still

Wild and young

Young may your innocence reign

Like shells on the shore

and may your limits be unknown

and your efforts be your own

If you ever feel

you can’t take it anymore

Don’t break character

you’ve got a lot of heart

Is this real or just a dream?

Oh, rise up like the sun and

labor till the work is done.

Be still..

one day you’ll leave

Fearlessness on your sleeves

When you come back

tell me what did you see?

Was there something out there for me?

Be still..

Close your eyes

Soon enough you’ll be on your own

steady and straight

And if they drag you through the mud,

it doesn’t change what’s in your blood

Don’t break character

you’ve got a lot of heart

Is this real or just a dream?

Oh, rise up like the sun and

labor till the work is done.

Be still..

Be still..

Be still..

Be still..

Over rock and chain

Over sunset plain

Over trap and snare

When you’re in too deep

In your wildness dream

In your made up schemes

When they knock you down

When they knock you down

Don’t break character

you’ve got a lot of heart

Is this real or just a dream?

Oh, rise up like the sun and

labor till the work is done.

Women

Women are strong

they stand 

they fight

they endure

for those they love

Women are smart

they teach

they calculate

they appreciate 

for the things they have

Women are beautiful

they preach

they give

they forgive

without asking for return

But,

women are women

In any shape,

in any dress,

in any skin,

deep down they know

they are women,

deep down we know

they are women,

deep down you know

they are women,

and..

deep down he should know

she is a woman

 

On Top of the Hill

​On top of the hill I’m standing,

watching and wondering

of all the blue and green

of the leaves hissing

of the branches dancing

of the diamonds floating

for how long will it be lasting?


On top of the hill I’m standing,

overlooking all things yonder

to find what I adore

to question the future

to interpret this metaphor

as a praise to the illustrator

of the earth and sky beyond


June 1, 2017


Hidup dan ajal

​وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا لَعِبٌ وَلَهۡوٌ‌   ۖ   وَلَلدَّارُ ٱلۡأَخِرَةُ خَيۡرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ   ۗ   أَفَلَا تَعۡقِلُونَ 

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” 

(Q.S. Al An’am : 32)

Malam ini aku terbangun dengan banyak pertanyaan mengenai ajalku.

Jikalau pada akhirnya aku menemuinya, sudah siap kah aku? Sudah siap kah bekal yang kusiapkan nantinya untuk akhirat? Sudah cukupkah bekal yang kusiapkan untuk aku pulang kembali ke kampung akhirat ku? Surga atau neraka yang akan menjadi tujuanku? Dan apakah cukup kalimat-kalimat pujian dan pengampunan kusematkan kepada Allah Swt sang pencipta? 

Waktu terlewat. 

Lupa taubat meski banyak nikmat.

Berapa tahun lagi akan terlewat?

Sudah berapa maksiat?

Hidup sungguh bukan main-main. Begitu ruginya kalau tidak digunakan sebaik mungkin. 

Pun begitu. Tiket ke surga tidaklah murah. Hanya karena rahmat Allah SWT kita dapat memperolehnya. Takwa kuncinya. Takwa kepada Allah SWT.

Bukan sekedar menjadi muslim. Bukan sekedar iman. Tapi haruslah yang bertakwa.

Aku tak akan pernah tau kapan ajal akan menjemputku. Tak tahu pula bagaimana keadaanku di detik detik terakhirku. Tapi ketika ajal datang aku ingin hidupku tidak sia-sia. Aku ingin ketika aku pergi meninggalkan dunia, amalan kebaikanku lebih banyak daripada keburukankh. Aku ingin pergi menghadapNya dengan kerinduan, bukanlah ketakutan.

Tentang Mencari Rezeki

​Lagi-lagi aku dibuat kagum olehnya, ia yang tak lain ibuku. Malam ini kami berbincang-bincang tentang apapun, dari hulu ke hilir, dari a sampai z, dari perbincangan ringan yang kurang penting bila kubahas disini hingga perbincangan yang bagiku benar-benar bermanfaat. Salah satunya membahas soal rezeki. Sebuah ungkapan muncul dari mulut ibuku. Sederhana namun benar.

“Ada dua hal yang harus dimiliki oleh manusia ketika mencari rezeki, yaitu iman dan ilmu.”

Mengapa iman?

Iman kita butuhkan sebagai sandaran dalam kondisi apa pun, baik itu senang maupun sedih, berkecukupan maupun pas pasan. Dengan iman, kita tidak mudah untuk berputus asa ketika usaha yang kita rintis kurang menghasilkan, karena kita percaya Allah telah merencanakan jalan yang terbaik untuk kita untuk memperoleh rezeki. Tak perlu resah, karena rezeki telah Allah atur sedemikian rupa dengan jalan yang tak disangka.

Bagai seekor cicak dan nyamuk, begitu ibuku mengumpamakannya. Cicak hidup di dinding-dinding rumah. Ia hanya bisa merayap, tak bisa berjalan, tak berlari, apalagi terbang. Namun makanan cicak adalah nyamuk, yang kita tahu ia dapat terbang kesana kemari dengan gesit. Bagaimana bisa cicak yang hanya bisa merayap memakan nyamuk yang bisa terbang? Dan bayangkan saja, bagaimana sabarnya cicak menunggu nyamuk-nyamuk lewat mendekati. Itupun bila ada nyamuk. Bagaimana bila tidak ada nyamuk yang lewat dan akhirnya cicak-cicak kelaparan? Memang sepertinya susah sekali, namun bukan berarti tidak mungkin. Allah telah mengatur rezeki tiap-tiap mahlukNya termasuk hewan cicak sekalipun. Apalagi manusia. Percayalah bahwa rezeki itu sudah Allah atur, sehingga bila usaha yang kita jalani kurang sesuai dengan harapan, tetaplah bersandar kepada Allah karena hanya kepada Ia kita mengadu, bersandar dan memohon pertolongan.

Mengapa ilmu?

Ilmu dibutuhkan karena dengan ilmu kita dimudahkan dalam mencari rezeki. Hasil yang didapat akan oleh mereka yang berilmu tentunya lebih memuaskan dibandingkan dengan mereka yang sedikit ilmunya. Dengan ilmu kita memperluas wawasan kita, bisa itu bagaimana cara mengelola, cara memproduksi, ataupun cara memasarkan. Pandangan kita terhadap sesuatu juga akan lebih luas sehingga nantinya dapat mempermudah usaha kita.

وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ  ۚ  وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُ  ۥۤ  ۚ  إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمۡرِهِۦ  ۚ  قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىۡءٍ قَدۡرًا 
“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.”
(Qs At – Talaq Ayat 2)

May 26, 2015

*

Sebenarnya tulisan ini saya copas dari blog saya yang lain yang sifatnya lebih pribadi. Tapi, sepertinya mulai sekarang saya pindahkan saja tulisan-tulisan saya yang di blog itu ke blog ini. Biar gak bingung kalo pengen baca-baca postingan sendiri melipirnya ke blog yang mana. 😁 Agak narsis ya baca tulisan sendiri, tapi gak papa lah. Kadang biar jadi bahan renungan ato time traveling lewat curcolan sendiri. 

Auk ah. See you.