Review: Web Series “Melamar” by HijabAlila

Pernah nggak kalian denger brand hijabAlila? Buat kalian yang belum tau, ini brand hijab punya ummu Alila alias istri dari Ustadz Felix. Selama ini aku cuma jadi fans postingan mereka aja, belum pernah jadi pembeli. Cuma bisa mupeng liat baju-bajunya tapi masih belum kesampaian buat beli satu. Semoga aja suatu saat nanti bisa beli. Aamiin. Hehe.

Nah, yang aku suka dari HijabAlila ini, mereka nggak hanya jualan baju aja, tapi mereka memasarkan jualan mereka lewat dakwah. Isi postingan dari akun-akun mereka, baik itu Instagram dan YouTube, selalu mendidik dan berdakwah tentang Islam dengan cara yang mudah sekali diterima. Salah satu usaha mereka yaitu lewat web series dengan judul “Melamar“.

Melamar

Jumlah Episode : 6
Durasi per episode : 6-7 menit
Rating : 5 out of 5 😀 soalnya sukses bikin saya mewek dan ngena banget.
Sinopsis :
Singkatnya ini tentang kehidupan Alila yang baru saja memendam rasa kepada lawan jenis, yaitu Zaki. Memiliki ketertarikan kepada lawan jenis itu adalah fitrah, apalagi bila kita menyukai orang tersebut atas dasar perilaku dan agama. Namun, tetap ingin menjaga diri dari perasaan yang ia miliki. Bagaimana kelanjutannya? Lihat sendiri lah ya, biar ga spoiler.. hehe.

My Personal Opinion

Mashaa Allah. Ini web series yang singkat, padat, dan bermutu. Apalagi buat hati yang gampang baperan kayak saya ini. Astaghfirullah. Ada banyak hal yang saya pelajari melalui web series ini. Inget banget pas teh Musryifah bilang,

“… makanya cinta itu fitrah. gak papa. cinta bisa jadi salah kalau dipandu pada jalan yang salah dan bisa jadi mulia kalau di jalan Allah. By the way, rasa sayang, rasa cinta itu semua tidak termasuk dalam kebutuhan jasmani yang wajib dipenuhi, tapi masuk ke dalam gharizah atau naluri yang gak wajib dipenuhi. Tapi ya suka gitu , bikin galau. Makanya kalau gak mau galau perasaan kayak gini jangan dirangsang. Liatin dia, kepo, stalking, nonton film korea, ngomongin cinta-cintaan, jodoh-jodohin orang.. kuncinya, inget Allah.”

Gak ada yang salah dengan menyukai seseorang karena dia adalah hal yang manusiawi. Tapi bukan berarti ya perasaan itu dipupuk subur kalau masih belum menikah. Soalnya besar kemungkinan kalau perasaan yang dipendam itu akhirnya bertepuk sebelah tangan dan orang yang disuka ternyata bukan jodoh kita. Makanya lebih baik menjaga diri dari perasaan yang belum semestinya.

Tapi buat menjaga diri itu juga gak gampang ya gaes. Buat saya khususnya. Pastinya ya pernah saya suka ke orang lain. Ya suka baper gitu soalnya saya sendiri yang bikin baper sendiri. Dari kepo keterusan stalking. Penyakit banget. Buat netralin hati ya butuh aksi yang pasti. Dan beneran rasa suka juga bisa hilang sendirinya. Toh ya belum tentu berjodoh.

Kuncinya, inget tujuan hidup. Perihal jodoh dan menikah itu tidak lain cara agar kita bisa terus menjaga diri dan cara untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Kalaupun belum menemukannya sekarang, berarti Allah pengen kamu atau saya sih (wkw) buat terus memperbaiki diri. Mencari tahu tentang agama lebih baik, memperbaiki sholat dan ibadah, menambah ilmu agama, dan yang terpenting lebih sering mendengarkan Allah, kenal dekat dengan Allah lewat Al Quran. Sudahkah AlQuran menjadi pedoman hidupmu? Sudah berapa ayat yang kamu jadikan pegangan? Sudahkah Al Quran mengetuk hatimu?

Astaghfirullah..

Allah, Allah, Allah..
Terima kasih atas karuniaMu ya Allah.
Terima kasih pula kepada HijabAlila yang selalu menjadi pengingat untukku dalam setiap usahanya.
Semoga Allah selalu meridhoi usaha HijabAlila 🙂
Semoga kita selalu dipertemukan oleh sahabat dan teman hidup yang selalu mengingatkan kita kepada Allah. Menuntun langkah kita mendekat kepada Allah sampai pada saatnya perjumpaan kita dengan Allah. Aamiin. Mashaa Allah. Aamiin ya robbal a’lamiin.

Advertisements